Semakin hari, masyarakat semakin dimudahkan dengan perkembangan yang ada, dalam sektor ekonomi misalnya. Pengelolaan keuangan saat ini dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat. Generasi milennial dapat mulai menabung demi mempersiapkan berbagai tujuan pengelolaan keuangan untuk masa depan. Salah sataunya dengan berinvestasi. Ada berbagai instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan bahkan dengan modal yang minim sekalipun. Hal ini tentu akan sangat cocok untuk dijalankan oleh siapa pun yang baru akan terjun ke dunia investasi, tidak terkecuali milennial.

Sebelum mulai berinvestasi, kita tentu harus memperhatikan tipe investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu jangka waktu, besar keuntungan yang bisa didapatkan, dan risiko yang dihadapi. Berikut beberapa instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan bagi generasi muda,diantaranya:

Investasi Reksa Dana

Bagi seorang pemula dalam dunia investasi, reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan. Melalui investasi reksa dana, generasi muda dapat membeli unit penyertaan reksa dan mempercayakan seorang Manajer Investasi (MI) untuk mengelolanya dalam portofolio investasi berbagai produk seperti obligasi, deposito, dan saham. Selain karena mudah dan risikonya relatif lebih rendah, reksa dana merupakan pilihan investasi yang tepat bagi yang tidak banyak memiliki waktu luang. Reksa dana bisa dimulai dengan nominal yang rendah, dan saat ini sudah banyak platform yang memungkinkan masyarakat untuk membeli produk reksa dana dengan mudah, salah satunya adalah Tokopedia yang bekerja sama dengan Bareksa. Melalui Tokopedia Reksa Dana, masyarakat dipermudah untuk berinvestasi dan memiliki literasi, serta manajemen keuangan yang baik.

Investasi Saham

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang paling populer saat ini. Saham dapat diartikan sebagai satuan nilai yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan, maka orang tersebut telah memiliki hak atas aset dan pendapatan perusahaan tersebut dengan porsi sebesar saham yang dibeli.

Saham merupakan produk investasi yang memiliki risiko cukup tinggi, namun sebanding dengan imbal hasil yang bisa didapatkan. Bagi generasi mudah yang ingin berinvestasi saham, analisis fundamental saham sebaiknya dipelajari terlebih dahulu.

Deposito

Deposito merupakan produk simpanan yang umumnya disediakan oleh bank dengan ketentuan penarikan yang dapat dilakukan sesuai syarat yang sudah disepakati oleh nasabah dan bank. Berbeda dengan tabungan biasa, uang yang sudah disimpan di deposito tidak bisa ditarik setiap saat karena harus mengikuti tempo waktu yang sudah ditentukan. Hanya, bunga yang ditetapkan pada deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Deposito bisa menjadi pilihan bagi masyarakat, termasuk anak muda yang masih pemula dalam berinvestasi. Dengan bunga pendapatan yang stabil, pemodal tidak perlu khawatir untuk mengelola investasi tersebut. Meskipun keuntungannya tidak sebesar investasi saham, tabungan deposito berjangka cenderung berisiko rendah dan menghasilkan keuntungan yang relatif stabil.

Investasi Emas Digital

Kebanyakan orang, ketika mendengar kata emas, akan langsung terbayang dengan harganya yang mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Memang, untuk satuan terkecil yakni 1 gram, harga emas bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Namun, kemajuan teknologi keuangan semakin memudahkan anak muda yang memiliki modal terbatas.

Melakukan investasi tidak harus setelah bekerja atau memiliki penghasilan. Kini, generasi muda juga dapat berinvestasi sejak dini, bahkan saat masih berstatus mahasiswa sekalipun.


Artikel blog ini ditulis oleh Koperasi Namastra, koperasi digital pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pembiayaan yang diberikan kepada kelompok wanita produktif yang tergabung dalam Kelompok Mandiri Sejahtera (KMS) yang akan digunakan untuk modal usaha dan membuka opsi investasi dengan pembagian profit yang jelas bersama Koperasi Namastra.

Koperasi Namastra secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).